Tentu. Kau Boleh.

Tentu. Kau boleh saja masuk,

Masih ada ruang di sela-sela butir darahku.

Tak hanya ketika rumahku sepi,

angin hanya menyentuh gorden,

laba-laba menganyam jaring,

terdengar tetes air keran yang tak ditutup rapat;

dan di jalan, sama sekali tak ada orang

atau kendaraan lewat.

Tapi juga ketika turun hujan,

Air tempias lewat lubang angin,

Selokan ribut dan meluap ke pekarangan,

Genting bocor dan aku capek

menggulung kasur dan mengepel lantai.

Tentu. Kau boleh mengalir di sela-sela butir darahku,

keluar masuk dinding-dinding jantungku,

menyapa setiap sel tubuhku.

Tetapi jangan sekali-kali

pura-pura bertanya kapan boleh pergi

atau seenaknya melupakan percintaan ini.

Sampai huruf terakhir sajak ini, kau lah yang harus bertanggung jawab atas air mataku.

Sapardi Djoko Damono

About these ads

4 responses on “Tentu. Kau Boleh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s